Kepindahan Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid sempat dianggap sebagai langkah sempurna dalam kariernya. Setelah bertahun-tahun menjadi ikon Liverpool, bek kanan asal Inggris itu memilih tantangan baru di Spanyol.

Ekspektasi tinggi langsung menyertainya sejak hari pertama. Gaya bermain Trent yang kreatif dan agresif dinilai cocok dengan filosofi Real Madrid. Ia diharapkan menjadi sumber serangan tambahan dari sisi kanan, sekaligus penyuplai bola bagi lini depan bertabur bintang seperti Kylian Mbappe dan Vinicius Junior.
Namun, realitas di Santiago Bernabeu ternyata jauh dari bayangan. Alih-alih langsung bersinar, Trent justru kesulitan menemukan peran ideal dalam sistem permainan Madrid yang menuntut keseimbangan tinggi.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Cedera dan Adaptasi yang Tak Kunjung Tuntas
Musim pertama Trent di Madrid diwarnai oleh cedera yang mengganggu konsistensi penampilannya. Ia hanya mencatatkan 11 penampilan sepanjang musim, dengan laga terakhir terjadi pada awal Desember. Kondisi fisik yang tak stabil membuatnya sulit membangun ritme permainan.
Selain faktor cedera, adaptasi terhadap tempo dan tuntutan La Liga juga menjadi tantangan besar. Trent dikenal kuat dalam distribusi bola, tetapi di Madrid ia dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan, baik saat menyerang maupun bertahan.
Staf pelatih disebut mulai kehilangan kesabaran. Kelemahan bertahan yang selama ini tertutupi di Liverpool kini menjadi sorotan tajam, sementara kontribusi ofensifnya dianggap belum sepadan dengan risiko yang diambil tim.
Baca Juga: Christian Pulisic Kembali Masuk Starting XI Saat Milan Raih Kemenangan atas Lecce
Keputusan Tegas dari Pihak Klub

Situasi mencapai titik kritis ketika pelatih sementara Alvaro Arbeloa dikabarkan menyampaikan keputusan secara langsung kepada Trent. Ia disebut tidak masuk dalam rencana tim ke depan dan disarankan untuk mencari klub baru demi kebaikan kariernya sendiri.
Keputusan ini disebut murni berdasarkan pertimbangan teknis, bukan masalah disiplin. Arbeloa diyakini ingin membangun tim dengan pemain yang benar-benar sesuai dengan visinya, tanpa kompromi terhadap keseimbangan permainan.
Real Madrid pun dianggap siap menutup babak singkat Trent secepat mungkin. Mempertahankannya hanya akan menambah tekanan bagi pemain dan klub, terutama dengan minimnya peluang bermain yang bisa ia dapatkan.
Persimpangan Karier dan Harapan Baru
Kini, masa depan Trent Alexander-Arnold berada di persimpangan. Ia membutuhkan lingkungan yang lebih kondusif untuk memulihkan kepercayaan diri dan konsistensi permainan. Bertahan di Madrid tanpa menit bermain dinilai hanya akan merugikan.
Agen Trent dikabarkan mulai menjajaki berbagai opsi, termasuk kemungkinan kembali ke Liga Primer. Nama Liverpool kembali mencuat, meski hubungan dengan sebagian pendukung sempat merenggang akibat keputusannya hengkang.
Dengan Piala Dunia 2026 di depan mata, Trent harus segera mengambil keputusan tepat. Waktu terus berjalan, dan satu langkah keliru lagi bisa membuat karier pemain berbakat ini semakin menjauh dari panggung tertinggi sepak bola dunia. Simak dan ikuti terus informasi sepak bola terbaru secara lengkap hanya di goalscollege.com.
