Pemain Rayan Cherki memicu kontroversi saat membela Manchester City di perempat final Piala FA 2025/2026 akhir pekan lalu. Cherki bertukar jersey dengan Hugo Ekitike, striker Liverpool, ketika pertandingan masih berlangsung.
Keduanya merupakan rekan satu tim di Timnas Prancis dan sama-sama diganti di babak kedua. Namun, bertukar jersey sebelum pertandingan usai kerap dianggap tidak etis dalam dunia sepak bola, dan tindakan Cherki dianggap melewati batas oleh banyak penggemar Man City.
Insiden ini menarik perhatian karena terjadi ketika pertandingan masih berlangsung dengan sisa waktu sekitar 20 menit. Aksi tersebut menjadi sorotan media dan penggemar, menimbulkan pertanyaan soal profesionalisme pemain muda tersebut.
Tertangkap Kamera dan Langsung Minta Maaf
Kamera TV menangkap Cherki mengenakan jersey merah Liverpool saat duduk di bangku cadangan Man City. Pemain muda itu tampak nyaman sebentar sebelum menyadari reaksi sekitar. Ia segera melepas jersey tersebut dan mengangkat tangan sebagai isyarat permintaan maaf kepada staf dan rekan setimnya.
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
Sementara itu, Ekitike terlihat duduk di bangku cadangan Liverpool mengenakan kaus latihan hitam netral, setelah menyimpan jersey Cherki. Momen ini menegaskan bahwa pertukaran jersey terjadi di tengah laga, bukan setelah pertandingan selesai.
Cherki kemudian menyatakan penyesalan atas tindakannya. Ia memahami bahwa perilaku tersebut bisa dianggap tidak menghormati klub dan pendukungnya sendiri. Permintaan maaf ini menjadi langkah penting untuk meredakan kontroversi.
Baca Juga: Emosi Bruno Fernandes Dinilai Wajar Selama Untuk Kebaikan
Menjadi Sorotan Komentator
Insiden ini juga tidak luput dari perhatian komentator siaran. Darren Fletcher dari TNT Sports menyoroti situasi tersebut, menyebut bahwa banyak penggemar Man City kemungkinan akan bereaksi negatif. Ia menekankan bahwa sikap pemain muda itu menjadi momen yang mengundang perdebatan dalam jalannya pertandingan. Meski menjadi sorotan, aksi Cherki tidak memengaruhi jalannya laga secara signifikan.
Man City tetap mampu menjaga performa tim, sementara Cherki tampil cukup baik meski tidak mencetak gol. Komentator menekankan bahwa insiden ini lebih pada masalah etika dan persepsi publik. Fakta ini menjadi pelajaran bagi pemain muda bahwa perilaku di lapangan, bahkan di bangku cadangan, selalu terekam dan dapat menimbulkan kontroversi.
Tanggapan Manajemen dan Dampak ke Tim
Menariknya, manajemen Man City tidak mengambil tindakan disipliner terhadap Cherki. Mereka menilai insiden ini sebagai kesalahan kecil dari pemain muda yang baru meniti karier profesional. Fokus tetap diberikan pada performa tim di lapangan.
Bagi Cherki, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga soal profesionalisme dan pentingnya menjaga citra klub. Insiden ini juga menjadi pengingat bahwa interaksi dengan rekan satu tim internasional harus dilakukan pada waktu yang tepat, terutama saat pertandingan masih berlangsung.
Dengan permintaan maaf yang cepat, kontroversi ini perlahan mereda. Cherki diharapkan bisa kembali fokus membantu Man City di laga-laga berikutnya, sambil belajar dari kesalahan kecil yang sempat menjadi sorotan publik dan media. Simak dan ikuti terus informasi sepak bola terbaru secara lengkap hanya di goalscollege.com.





